Sabtu, 20 Agustus 2011

Kendaraan Ini Jalan Sesuai Arah Tubuh


  

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mencoba Whee, saat pembukaan IIMS 2011

VIVAnews - Bukan lagi mimpi bagi manusia untuk memiliki kendaraan personal yang dapat membawanya ke mana pun dengan nyaman. Itulah terobosan baru bagi Toyota: Whee, Personal Mobility.

Di ajang Indonesia International Motor Show 2011, Toyota menghadirkan Whee. Pengunjung pun, bisa melihat dan mengamati peragaan kendaraan personal ini. Kendaraan ini ramah lingkungan dan pastinya bebas macet.

Dengan mengusung ultimate eco car dan teknologi hybrid yang telah dikembangkan Toyota beberapa tahun terakhir ini, Whee menjadi daya tarik tersendiri. Dengan desain modern bak otoped, Whee dapat mendukung kegiatan mobilitas manusia dalam jarak dekat.

Dengan memanfaatkan keseimbangan dan berat badan tubuh, pengguna hanya perlu berdiri di atasnya, dan Whee akan bergerak sesuai tekanan-tekanan tubuh. "Pengguna hanya perlu menjaga keseimbangan, jika badan condong ke depan, Whee akan bergerak maju. Sebaliknya, Whee akan bergerak mundur jika badan condong ke belakang," ujar Hiroyuki Murakami, Assistant Manager Planning Group Engineering Management & Development Dept. Partner Robot Division Toyota Motor Corp, ketika ditemui VIVAnews.com, Sabtu kemarin.

Whee pun akan bergerak mengikuti kemauan tubuh. Jika pengguna memberikan tekanan ke arah samping, otomatis Whee akan belok. Tentu hal ini tidak sanggup dilakukan dengan teknologi biasa. Menurut Murakami, kemampuan Whee tidak lepas dari teknologi robotik yang dikembangkan Toyota.

Whee hadir dalam tiga tipe yakni S, M, dan L. Setiap tipenya hanya berbeda pada tumpuan lutut dan pegangan. Desain tipe S sangat sporty di mana tumpuan lutut memiliki panjang yang lebih pendek dari tipe M yang diperuntukkan bagi orang-orang yang aktif. Sedangkan, tipe L adalah tipe yang universal di mana setiap orang dengan mudah menggunakannya.

"Tipe L adalah yang paling mudah digunakan karena memiliki pengangan yang dapat membantu pengguna menjaga keseimbangan dan mengendalikannya," ia menambahkan.

Dengan menggunakan baterai lithium, Whee mampu menempuh jarak 10 km hanya dalam waktu 1 jam pengisian ulang. Kecepatan yang dapat ditempuh Toyota Personal Mobility ini maksimum hanya 10 km/jam sesuai dengan standar keselamatan.

"Whee mampu bergerak dua kali kecepatan manusia pada saat berjalan cepat," ujarnya.

Dia memprediksi, Whee akan beredar di pasaran dalam 3 hingga 5 tahun ke depan karena di Jepang sendiri, pemerintah masih menggodok regulasinya keselamatan.

Namun sekarang ini, Toyota mulai memperkenalkan Whee ke komunitas-komunitas kecil, seperti di bandara dan supermarket sebagai alat transportasi jarak dekat.

Diharapkan Whee dapat membantu aktivitas masyarakat di masa depan, seperti perjalanan menuju ke kantor atau sekolah, rumah ke terminal, serta dapat menekan jumlah emisi gas buang kendaraan. (sj)

Era Robotik Indonesia di Depan Mata

Anda pernah menonton film Surrogates yang dibintangi oleh aktor kawakan Bruce Willis? Film yang bercerita tentang robot-robot pengganti manusia ini nampaknya akan segera menjadi kenyataan.

Bagaimana tidak, kehidupan manusia saat ini dihadapkan dengan perkembangan teknologi canggih yang tidak dapat dihindari. Anda mungkin bisa melihat realita yang berkembang saat ini banyak robot-robot menyerupai manusia atau disebut dengan humanoid telah dikembangkan.

Ada yang bisa menari, ada yang bisa bermain biola. Di Jepang saja sudah ada humanoid yang menyerupai perempuan cantik dan sempurna untuk diperjualbelikan. Tidak hanya itu, robot-robot pun digunakan di pabrik-pabrik, medan pertempuran, dan juga di meja operasi.

Mungkin dulu harus menjadi programer handal untuk dapat mengendalikan sebuah robot. Tapi dengan sistem cloud computing yang akan dikembangkan oleh Microsoft, Institute of Technology Purwadhika Nusantara, dan World Robotic Explorer nampaknya semua orang dapat memiliki robot pintar dan dapat mengendalikannya.

Seperti diketahui, cloud computing adalah database yang dapat diakses dengan menggunakan internet. Semua data akan tersimpan di server, semua orang dapat mengakses data tersebut melalui teknologi yang dimilikinya seperti smartphone, netbook atau notebook. Karena itu, data yang ada tidak terbatas dibandingkan data yang ada pada sebuah gadget.

Dulu jamannya komputer-komputer besar berukuran seperti lemari. Orang harus terhubung dengan terminal atau server untuk mengakses data. Lalu, berkembang komputer individu atau notebook untuk dapat menyimpan data pribadi.

Sesuai perkembangan, para ahli pun menganggap hal tersebut tidak cukup. Setelah berkembangya teknologi internet, berkembang pula teknologi cloud computing yang tidak terbatas.

Dengan teknologi ini, ketiga badan yang bergerak dibidang pengembangan IT di atas mencoba mengembangkan robot-robot pintar dengan tingkat intelegensia yang tinggi.

Dengan sistem ini, tidak perlu jadi seorang programer, semua orang bahkan yang tidak memiliki keahlian dibidang IT sekali pun dapat mengendalikan robot dengan menggunakan gadget yang sering digunakannya melalui jaringan internet dan tanpa sistem komputerisasi canggih karena otak robot semua tersimpan di dalam 'awan' atau internet.

"Robot pun dapat berkomunikasi dengan robot di belahan dunia lain, serta dapat berkomunikasi dengan manusia tanpa mengenal jarak," ujar Purwo Hartono, pendiri Institute of Technology Purwadhika Nusantara, saat ditemui wartawan di WRE, Thamrin City, 27 Juni 2011.

Jadi, orang dapat mengendalikan robot-robot mereka dari jarak jauh sekalipun dengan hanya mengandalkan internet.

Namun, apakah mungkin pengembangan robotik di Indonesia akan berjalan
mulus mengingat infrastruktur di negara ini masih kacau balau?

Menurut Risman Adnan, Development & Platform Director Microsoft Indonesia, infrastruktur memang salah satu kelemahan tetapi ia tidak ingin hal tersebut menjadi batu sandungan besar bagi berkembangnya dunia robotik Indonesia. "Halangan terbesar itu sebenarnya terletak pada bandwidth karena di Indonesia masih mahal," kata Risman.

Namun demikian, hal ini tentu tidak menyurutkan langkah ketiga lembaga tersebut. Bahkan menurut Jully Tjindrawan, pendiri World Robotic Explorer, mereka telah mengembangkan robot yang dapat dikendalikan melalui OS apple seperti iPad, iPhone, ataupun Mac. "Kita sudah mengembangkan pengendalian dari iPad dan iPhone, saat ini sedang dikembangkan pengendalian robot dari OS android dan microsoft," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, World Robotic Explorer pun memperlihatkan kecanggihan robot yang dikendalikan dengan iPad. Dan memang, terlihat sangat canggih dan mudah.

Sebanyak 45 robot menggelar upacara bendera. Mereka bergerak sesuai tugas masing-masing.


VIVAnews -- Upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-66 tak hanya dilakukan oleh manusia. Robot-robot pun turut melaksanakan upacara ini dengan khidmat.

Pada Rabu, 17 Agustus 2011 kemarin, sebanyak 45 robot mengikuti upacara bendera di lantai 2 pusat perbelanjaan Thamrin City. Acara yang diselenggarakan oleh World Robotic Explorer (WRE) itu bertujuan untuk memacu semangat generasi muda untuk mencintai dunia robot.

Robot NAO dipercaya menjadi pemimpin upacara. Robot Bioloid sebagai inspektur upacara, 17 robot origami dan 8 robot lainnya memainkan drum band. Secara keseluruhan, terdapat 45 robot yang mengikuti kegiatan ini.

Robot-robot ini menggelar upacara layaknya manusia. Mereka menghormat saat bendera merah putih dikerek ke atas tiang dan ada pula yang menjadi pemandu suara.

Robot-robot ini melakukan upacara bendera ini selama 20 menit, mulai pukul 10.00 WIB. Mereka bergerak dengan khidmat mengikuti upacara bendera memperingati 66 tahun kemerdekaan Indonesia.